Menjaga kualitas lingkungan rumah tidak harus berarti mengubah seluruh cara hidup. Yang lebih penting adalah mengetahui kebutuhan rumah, mengenali bagian yang perlu diperhatikan, kemudian memilih pengelolaan yang sesuai.
Untuk udara, misalnya, perhatian dapat dimulai dari kebersihan ruang, sirkulasi, sumber polutan, hingga kebutuhan filtrasi sesuai kondisi ruangan. Untuk air, perhatian dapat dimulai dari sumber air, penggunaan sehari-hari, cara penyimpanan, serta bagaimana air untuk konsumsi dimurnikan.
Dengan cara ini, keputusan tentang rumah tidak lagi sekadar berdasarkan tren atau asumsi. Kita mulai mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan nyata.